Kebaya Batik Jadi Pesan Akhir Moerdiono

Menjelang berpulangnya mantan Sekretaris Negara (Sekneg), Moerdiono ada permintaan aneh dari almarhum. Pria kalem yang saat itu sudah terbaring lemah, meminta para perempuan yang menjenguknya untuk mengenakan kebaya batik.

Cerita tersebut disampaikan oleh istri almarhum yang juga anggota DPD asal Jawa Tengah, Poppy Dharsono. Kontan saja keluarga saat itu kesulitan mencari kebaya batik di Singapura, tempatnya dirawat.

"Semua yang datang kalau bisa pakai kebaya batik, jadi setengah mati cari kebaya di Singapura," tegas Poppy Dharsono usai pemakaman Moerdiono di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (8/10/2011).

"Dia ingin perempuan Indonesia sangat cantik mengenakan kebaya," sambungnya.

Selain itu, almarhum juga meninggalkan pesan untuk melanjutkan tulisannya, yang memang hingga saat itu masih belum final. Almarhum sudah memiliki arahan ceritanya, yang kini masih dikoreksi oleh pengacaranya, OC Kaligis.

"Ada tulisan yang belum selesai dikoreksi dengan Pak OC Kaligis dan saya membantu untuk mengoreksinya. Belum 100 persen selesai tapi dia sudah berbicara arahannya ke mana. Dan saya masih akan janji dengan Pak OC Kaligis," terangnya.

"Kemudian Pak Chistianto Wibisono juga ingin memiliki cacatan-catatan pinggir yang Pak Moer miliki yang seringkali diceritakan kepada saya secara lisan dan dia ingin menggali itu dari saya," sambungnya.

Moerdiono menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Gleaneagles, Singapura, Jumat (07/10/2011) pada pukul 18.40 WIB setelah 17 bulan menderita komplikasi penyakit. Almarhum di makamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP), Kalibata, Jakarta Selatan dalam sebuah prosesi kemiliteran. (kpl/gum/dar)

10 Oct, 2011


--
Source: http://id.omg.yahoo.com/news/kebaya-batik-jadi-pesan-akhir-moerdiono-024100201.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com