Ubai Harus Ulangi Adegan Upacara Panggih

TRIBUNNEWS.COM, YOGYA - Menjelang hari pernikahan agung (royal wedding) GKR Bendara (GRAj Nurastuti Wijareni) dan KPH Yudanegara (Achmad Ubaidhillah), melakukan geladi bersih terakhir di Bangsal Kencono, Keraton Yogyakarta, Sabtu (15/10/2011).
 
Semua keluarga  keraton hadir dalam geladi bersih untuk upacara panggih, yakni upacara untuk mempertemukan kedua pengantin. GBPH Hadiwinoto memimpin geladi bersih. Sri Sultan HB X, GKR Hemas, Gusti Joyokusumo, putri-putri kraton dan seluruh kerabat kraton hadir dalam geladi tersebut.

Mempelai laki-laki Achmad Ubaidillah terlihat belum terbiasa dengan upacara adat tersebut. Hal itu terlihat dari beberapa kali kesalahan dan adegan harus diulang. Sehingga harus diulang berulang kali urut-urutannya sampai sempurna. Geladi dilakukan 4 kali sampai semua calon pengantin bisa melakukannya dengan lancar.

Koordinator Panitia Pernikahan Agung KRT Yudahadiningrat, SH mengatakan untuk prosesi upacara panggih itu intinya mempertemukan pengantin pria dan wanita di Bangsal Kencono. Dimana pengantin laki-laki datang dari bangsal Ksatriyan dan pengantin putri bangsal Sekar kedhaton. Diawali dengan balang-balangan, wijikan, dan berakhir dengan pondongan dan mengantar mempelai duduk di pelaminan di bangsal Proboyekso.

"Pengantin perempuan dan laki dipertemukan untuk menjadi suami istri. Dan diakhiri dengan pondongan yang artinya pengantin sudah milik suami bukan orang tuanya lagi," ucap  KRT Yudahadiningrat kepada Tribun Jogja, (Grup Tribunnews.com), Sabtu (15/10/2011).

 Pada upacara panggih, pengantin perempuan yang masih berada di ndalem sekar kedhaton akan ditebus oleh GRAy Murdokusumo, dengan setangkep pisang emas. Pengantin putri akan diserahkan kepada GKR Pembayun selaku Koordinator manten Putri, dengan mengucapkan nyaos aken tebusan pisang sanggan, nyuwun pengantin putri badenipun penggihaken pengantin kakung.  

Ibu Murdokusumo sudah 8 kali menjadi penebus putri-putri kraton yang akan menikah, dimulai dengan putri-putri kraton pada Sultan HB IX hingga putri kraton Sultan HB X.

 "Saya sudah sampai hapal, karena setiap kali upacara pernikahan kraton saya kebagian untuk menjadi penebus, sudah 8 kali," ucap ibu Murdokusumo, yang sudah berusia 60 tahun lebih.

Pengantin juga dibawakan sepasang kembar mayang oleh abdi dalem keparak  berupa kelapa muda, yang maksudnya untuk penolak bala. Kemudian pengantin pria dijemput oleh KRT Jatiningrat dari ndalem Ksatriyan untuk mengikuti upacara panggih, dengan diapit oleh GBPH Suryometaram dan GBPH Suryodiningrat, yang merupakan putra Sultan HB IX dengan Ibu Ciptomukti.

"Saat upacara pondongan,  pengantin putri akan digendong oleh suaminya dan juga adik Sultan GBPH Suryometaram," kata Yuda.

15 Oct, 2011


--
Source: http://id.omg.yahoo.com/news/ubai-harus-ulangi-adegan-upacara-panggih-142913963.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com