Alasan Wali Berkurban di Pondok Pesantren

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

JAKARTA - Merayakan hari raya Idul Adha, grup band Wali mengadakan Kurban bersama dengan para santri di pondok pesantren Al Hamid, Cipayung, Jakarta Timur. Mereka menyumbang satu ekor sapi untuk di qurban.

Bagi Wali, kurban bukanlah suatu yang istimewa, tapi memang jadi kewajiban yang harus dilakukak oleh setiap muslim tanpa membedakan profesinya.

"Kalau kurban sebagai satu keharusan seorang muslim yang mampu mau anak band, pengusaha, atau yang lainnya, ini bukan suatu yang spesial. Kita mau mengajak siapapun yang mampu mari membantu," ujar Faang di acara 'Kurban Bersama Wali', di pondok Pesantren Al-Hamid, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (6/11/2011).

Bagi para personil band yang berasal dari Serang, Banten, ini, memaknai Idul Adha adalah sebagai hari untuk membantu orang yang tidak mampu.

"Sebenarnya kan ini bulan haji jadi ketika muslim yang mampu berhaji, berhajilah, bagi yang mampu bisa dengan berkurban. Di hari inilah orang mampu membantu orang yang enggak mampu," ungkapnya.

Sengaja band yang digawangi oleh Faang (vokal), Apoy (gitar), Tomi (drum) dan Ovie (kibord) merayakan Idul Adha di sebuah pondok pesantren untuk mengenang masa-masa remaja mereka yang dihabiskan di pondok pesantren.

"Kita ngadain kurban di sini karena seperti balik ke rumah sendiri, kita jadi kembali mengingat bagaimana dulu rasanya menjadi santri seneng ketemu orang dari dunia yang sama," tutup pelantun Aku Bukan Bang Toyib itu.
(tre)

06 Nov, 2011


--
Source: http://celebrity.okezone.com/read/2011/11/06/33/525623/alasan-wali-berkurban-di-pondok-pesantren
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com