Pay Tak Puas Dengan RBT

Menanggapi ditutupnya RBT yang membuat kelabakan para musisi, gitaris BIP, Pay mengungkapkan jika masalah itu sangat bagus. Dengan masalah ini pemerintah bisa bekerja serta mencari solusinya.

Menurut Pay saat ini sistem dan regulasinya sendiri juga belum jelas seperti apa.

"Saat ada problem kemarin malah bagus, biar mereka bekerja dan mencari solusinya. Lalu saling mencari pembenaran masing-masing," paparnya saat dijumpai di Studio Dahsyat, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (19/10).

Ditutupnya RBT sendiri, bagi Pay sangat merugikan para musisi. Dengan masalah ini pemerintah seakan kecolongan dan tak terlihat mengawasi hal ini. Terlebih tidak adanya hukum yang jelas akan hal ini.

"Kalau banyak yang mencuri kan artinya tidak ada yang mengawasi. Lalu apa hukumannya bagi orang yang mencuri RBT? Nggak jelas kan selama ini. Sistem dan pengawas sistem (pemerintah) itu harus jelas," ujar Pay yang sebenarnya merasa tak puas jika lagunya dijual dalam bentuk RBT.

"Dari kepuasan, musisi itu tidak puas dengan RBT. Hanya 30 detik, sound-nya sebagus apapun, di RBT hanya jadi mono sound aja," tukasnya. (kpl/gum/faj)

19 Oct, 2011


--
Source: http://id.omg.yahoo.com/news/pay-tak-puas-dengan-rbt-134200226.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com